(kau) (KU) datang ke rumah (ku) (MU) sebagai tamu
kita sedang "berperan"
entah berapa "watak" yang akan kita mainkan..
hingga "permainan" ini akan menjadi "membosankan"
apakah memang "percuma"..
pertemuan kita (?), hingga beberapa purnama telah berganti..
namun..
'kau' (KU) datang ke rumah 'ku' (MU) "tetap akan sebagai" tamu
berperanlah dengan elok wahai "tuan muda"
hingga tak ada yang "menyakiti dan menyakitkan"
hingga suatu saat nanti "kita" "aku" atau "kau" merasa..
semua sudah membosankan.. memuakkan..
dan "kita" "aku" atau "kau" "pergi"
saling meninggalkan atau ditinggalkan..
tuan muda..
selama "permainan" masih berjalan..
biarkan pintu kamar "mu" dan tempat singgah "ku" terbuka..
setidaknya kita tahu..
"tamu" ini tak beranjak dan tetap di tempatnya..
setidaknya "kesepakatan" yang ada, tidak berubah menjadi "kesempatan"
maafkan "tamu" yang sedikit "tak tahu diri"
karena terlalu banyak kau mengajari ku..
untuk membaca.. merasa..
entah berapa "watak" yang akan kita mainkan..
hingga "permainan" ini akan menjadi "membosankan"
apakah memang "percuma"..
pertemuan kita (?), hingga beberapa purnama telah berganti..
namun..
'kau' (KU) datang ke rumah 'ku' (MU) "tetap akan sebagai" tamu
berperanlah dengan elok wahai "tuan muda"
hingga tak ada yang "menyakiti dan menyakitkan"
hingga suatu saat nanti "kita" "aku" atau "kau" merasa..
semua sudah membosankan.. memuakkan..
dan "kita" "aku" atau "kau" "pergi"
saling meninggalkan atau ditinggalkan..
tuan muda..
selama "permainan" masih berjalan..
biarkan pintu kamar "mu" dan tempat singgah "ku" terbuka..
setidaknya kita tahu..
"tamu" ini tak beranjak dan tetap di tempatnya..
setidaknya "kesepakatan" yang ada, tidak berubah menjadi "kesempatan"
maafkan "tamu" yang sedikit "tak tahu diri"
karena terlalu banyak kau mengajari ku..
untuk membaca.. merasa..
Komentar
Posting Komentar