TUAN MUDA (secne 4 part 2)
OUT. AREA
PARKIR. MALAM
Nanggra dan
Neina pun sampai di tempat tujuan. Nanggra memarkirkan di seberang restoran
Jepang yang ingin mereka datangi. Mereka berbegas menuju restoran karena
Nanggra nampak sangat kelaparan. Hampir saja asam lambung yang dideritanya
kambuh karena menahan lapar sibuk bekerja seharian
IN. RESTORAN
JEPANG. MALAM
Nanggra
segera mengajak Neina duduk di kursi yang dianggapnya nyaman tak jauh dari
pintu masuk. Pelayan segera menghampirinya dan menyodorkan menu pada Nanggra
dan Neina. Nanggra langsung nampak sibuk membolak-balik menu dan berfikir apa
yang akan dimasukkannya ke dalam perut, dan pelayan masih berdiri di samping
meja menanti pesanan mereka.
NEINA
Nanggra.. aku bisa makan apa saja
kok. Tidak punya pantangan
NANGGRA
...
(Nanggra yang sibuk melihat menu, selintas tersenyum
menatap Neina dan kembali sibuk dengan makanan yang akan dipesannya)
Okay.. aku pilih..
(Nanggra berbicara pada pelayan)
Mbak.. aku mau yang ini, lalu ini dan
ini yah.. oyah ada khimci kan?? Aku mau khimci dan jagung manis masing-masing 1
porsi.. lalu..
NEINA
Hey.. kamu jangan lapar mata..
NANGGRA
(tertawa kecil)
Oyah.. itu aja deh mbak.. oyah minta
lap tangan yah.. dan 1 botol beer dingin yang besar, juga 2 gelas kosong untuk
kami..
Please..
Selesai
Nanggra berucap, pelayan pun segera berbegas pergi untuk menyiapkan pesanan Si
Tuan Muda. Dan beberapa saat kemudian, 2 set lap handuk basah sudah tersedia di
atas meja. Nanggra lalu menyodorkan 1 set kepada Neina. Sembari membersihkan
tangannya, Nanggra mengajak Neina berbincang. Beer dingin yang dipesan pun tak
terlambat datang untuk nya.
NANGGRA
Aku harus makan dan segera minum
obat, karena asam lambung ku sudah mulai kambuh. Seharian aku ga sempet makan
karena sibuk kerja.
(Nanggra mengobrol sambil mengelap
tangannya dari debu hingga bersih. Lalu Nanggra menuangkan beer ke dalam gelas
mereka berdua, dan meneguknya dengan ekpresi lega)
NEINA
...
(Neina ragu dan bingung harus berkata
apa.. dia hanya terdiam dan tersenyum sambil mengelap tangannya hingga bersih)
NANGGRA
Malam ini aku enggak bisa pulang
malam-malam. Maksimal jam 12 pasti kamu sudah aku pulangin. Gpp kan?? Besok
kamu kerja?
NEINA
Iyah gpp.. besok aku kerja. Kamu
juga??
NANGGRA
Iya kerja.. sebentar yah..
(Nanggra mengambil obat tetes dari
tas obat yang dia bawa dan meneteskan beberapa kali tetes mata ke kedua
matanya)
Mata ku kadang kecapean.. aku pake
soflense.. jadi mata enggak boleh kering..
NEINA
...
(Neina tersenyum lalu meneguk beer
dingin yang bersemayam di gelasnya)
Tak lama
makanan mereka datang sesuai dengan pesanan Nanggra. Tak basa basi, Nanggra
langsung mengajak Neina makan. Nanggra terlihat lahap, walau pun kerutan di
kening nya tak memudar sedikitpun. Tuan Muda sangat berwajah serius, mungkin
dia jarang tersenyum. Tapi entah laah. Tak lama Nanggra terlihat lahap
menyantap makanan di meja, sumpit yang dia jepit di jemarinya, dia letakkan di
meja. Rupanya dia sudah kenyang. Obat segera dia raih dan dia minum dengan
beer.
NEINA
Nanggra.. kamu minum obat dengan
beer??
(Neina kaget)
NANGGRA
Enggak apa-apa. Kamu suka ga
makanannya??
(Nanggra meraih rokok dan
menyalakannya, terlihat lega wajahnya karena sudah kenyang, minum obat dan
rokok pun dapat dihisapnya)
NEINA
Enak kok..
(Neina pun meraih rokoknya dan
menikmati rokok yang berbeda jenis dengan yang dipunya Nanggra)
NANGGRA
Kamu suka apa sih?? Maksud aku hobi
mu? Mungkin olahraga atau baca buku?
NEINA
Aku suka baca sastra, tapi mungkin
sastra modern, yang feminis gitu
NANGGRA
Indonesia?
NEINA
Iyah
NANGGRA
Cerita donk seperti apa.. aku jarang
baca buku Indonesia
NEINA
Aku suka karya Djenar, karya dia atau
tulisan dia enggak berbelit-belit. Apa adanya..
NANGGRA
Keren yah buku nya?? Aku belum pernah
dengar. Aku seringnya baca buku luar.
NEINA
Kalau buat aku sih keren..
NANGGRA
Lalu selain baca buku? Eeh sebentar..
aku mau tanya.. apa yang kamu cari di tinder?
NEINA
Hahaha..
(Neina tertawa dengan pertanyaan Tuan
Muda)
Just friend aja sih.. walau kadang
ada yang iseng juga di tinder..
NANGGRA
Oyah? Aku baru download beberapa hari
lalu, karena teman-teman rame membicarakan aplikasi itu.. sepertinya bisnis
aplikasi sedang rame. Karena da beberapa teman mencoba bisnis itu dan laku
NEINA
Ya.. mungkin.. lalu apa yang kamu
cari di tinder?
NANGGRA
Sama seperti kamu.. temen.. aku iseng
aja sih
NEINA
Foto kamu yang sama cewe itu...
(terputus)
NANGGRA
Mantan ku.. dulu saat di Singapore.
Kalau sekarang aku memilih single, karena aku sibuk kerja dan ga mau ribet. Aku
santai kok dalam hal komitmen, aku juga belum ada rencana nikah
NEINA
Oyah? Woow.. sama kalo gitu.. karena
aku juga susah untuk suka dengan orang.. aku sangat private orang nya..
NANGGRA
Bukannya untuk suka dengan seseorang
itu mudah ya?
(Nanggra tiba-tiba meraih tangan
Neina)
NEINA
Haa??
(Neina kanget dengan pernyataan
Nanggra dan deg2an karena tangan Neina tiba2 digenggam oleh Nanggra)
NANGGRA
Iya mudah.. yang susah itu komitmen.
Emang apa arti private untuk kamu?
NEINA
Ya aku ga bisa sembarangan berbagi
dengan orang, dan...
(Neina gugup)
Ya gitu deh..
NANGGRA
Hey.. aku kamu ngerokok apa sih itu??
Aku boleh coba?
(tatap Nanggra pada Neina)
NEINA
Iya boleh.. tapi habis.. tinggal ini
doank..
(Neina semakin salah tingkah)
NANGGRA
Enggak apa-apa..
(Nanggra meraih rokok Neina yang
masih menyala dan terletak di asbak, lalu ia menghisapnya)
NEINA
Suka ga??
NANGGRA
Aku ga bisa banyak-banyak ngerokok
begini.. ini aja aku ngerokok sebenarnya jarang.. Cuma kalau sedang kumpul
dengan teman aja sih ngerokoknya.
Oyah.. aku kan sudah coba rokok
kamu.. lalu apa artinya tadi private untuk kamu? Bukannya aku orang asing buat
mu? Kita baru aja kenalan dan bertemu?
(Nanggra tersenyum)
NEINA
Hahaha..
(Neina tidak bisa menjawab pertanyaan
Nanggra)
NANGGRA
Jadi.. gampang kan suka sama orang?
(Nanggra tersenyum tanpa melepaskan
genggaman tangannya pada Neina)
NEINA
...
(Neina tersipu sambil memandang
Nanggra)
Komentar
Posting Komentar